Wales Menghadapi Tantangan Devolusi: Apakah 'New Deal' Bisa Menutup Kesenjangan dengan Skotlandia?

Artikel ini membahas permintaan Menteri Pertama Wales untuk menuntut 'new deal' devolution, menilai perbedaan antara Wales dan Skotlandia, serta implikasi politik dan ekonomi bagi wilayah tersebut.

Tim Editorial King Santosa2 menit baca
Wales Menghadapi Tantangan Devolusi: Apakah 'New Deal' Bisa Menutup Kesenjangan dengan Skotlandia?
Ilustrasi berita · The Guardian World

Latar Belakang Politik Wales

Wales telah memiliki devolution sejak 1999, namun kekuatannya masih terbatas dibandingkan Skotlandia. Pemerintah pusat di Inggris masih mengontrol banyak bidang penting seperti fiskus, kebijakan luar negeri, dan beberapa regulasi industri. Seiring waktu, ketidaksetaraan ini semakin mencuat, memicu perdebatan di tingkat nasional tentang hak dan kewenangan yang seharusnya dimiliki oleh Wales.

Tuntutan Baru dari Menteri Pertama

Rhun ap Iorwerth, pemimpin Plaid Cymru, mengungkapkan bahwa ia telah meminta Perdana Menteri Inggris untuk menempatkan Wales pada posisi setara dengan Skotlandia sebagai minimum. Panggilan ini menyoroti kebutuhan akan perjanjian baru yang dapat memperkuat otonomi Wales, baik dalam hal legislatif maupun fiskal. Poin utama yang diangkat adalah perlunya kebijakan fiskal yang lebih mandiri dan hak legislatif yang lebih luas.

Perbandingan Devolusi Skotlandia dan Wales

Skotlandia memperoleh hak legislatif yang lebih luas, termasuk kontrol atas pajak dan kebijakan luar negeri, sejak 2014. Di sisi lain, Wales masih bergantung pada kebijakan fiskal yang ditetapkan oleh Westminster. Perbedaan ini menciptakan ketidaksetaraan dalam pengelolaan sumber daya dan kebijakan publik, yang berdampak pada persepsi publik tentang keadilan dan efisiensi.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Peningkatan otonomi dapat membuka peluang bagi Wales untuk menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan lokal, seperti pengembangan energi terbarukan dan pendidikan. Namun, risiko fiskal juga meningkat jika Wales tidak memiliki mekanisme pendanaan yang memadai. Selain itu, perbedaan kebijakan dapat memengaruhi aliran investasi dan mobilitas tenaga kerja di antara wilayah Inggris.

Tantangan dan Peluang

Tantangan utama adalah konsensus politik di tingkat nasional. Perjanjian baru memerlukan dukungan dari berbagai partai dan pemangku kepentingan, serta penyesuaian hukum yang kompleks. Di sisi lain, peluang muncul dalam bentuk kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan lokal, serta potensi peningkatan identitas nasional Wales.

Perspektif Masa Depan

Jika 'new deal' berhasil, Wales dapat menutup kesenjangan dengan Skotlandia dan memperkuat posisi politiknya di dalam Kerajaan Britania. Namun, proses ini memerlukan dialog panjang dan kompromi. Keberhasilan akan bergantung pada kemampuan para pemimpin untuk menyeimbangkan aspirasi lokal dengan kepentingan nasional, serta pada kesiapan Wales dalam mengelola tanggung jawab fiskal yang lebih besar.